<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Adiputra004's Weblog</title>
	<atom:link href="http://adiputra004.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adiputra004.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jun 2008 10:25:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='adiputra004.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Adiputra004's Weblog</title>
		<link>http://adiputra004.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://adiputra004.wordpress.com/osd.xml" title="Adiputra004&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://adiputra004.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hafshoh binti &#8216;Umar radhiallaahu &#8216;anha</title>
		<link>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/04/hafshoh-binti-umar-radhiallaahu-anha/</link>
		<comments>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/04/hafshoh-binti-umar-radhiallaahu-anha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 10:25:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiputra004</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah shahabiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiputra004.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Beliau adalah Hafsah putri dari Umar bin Khaththab, seorang shahabat agung yang melalui perantara beliau-lah Islam memiliki wibawa. Hafshoh adalah seorang wanita yang masih muda dan berparas cantik, bertaqwa dan wanita yang disegani. Pada mulanya beliau dinikahi salah seorang shahabat yang mulia bernama Khunais bin Khudzafah bin Qais As-Sahmi Al-Quraisy yang pernah berhijrah dua kali, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputra004.wordpress.com&amp;blog=3869057&amp;post=12&amp;subd=adiputra004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-style:normal;font-family:Verdana;">Beliau  adalah Hafsah putri dari Umar bin Khaththab, seorang shahabat agung yang melalui  perantara beliau-lah Islam memiliki wibawa. Hafshoh adalah seorang wanita yang  masih muda dan berparas cantik, bertaqwa dan wanita yang disegani.</p>
<p>Pada  mulanya beliau dinikahi salah seorang shahabat yang mulia bernama Khunais bin  Khudzafah bin Qais As-Sahmi Al-Quraisy yang pernah berhijrah dua kali, ikut  dalam perang Badar dan perang Uhud namun setelah itu beliau wafat di negeri  hijrah karena sakit yang beliau alami waktu perang Uhud. Beliau meninggalkan  seorang janda yang masih muda dan bertaqwa yakni Hafshoh yang ketika itu masih  berumur 18 tahun.</p>
<p>Umar benar-benar merasakan gelisah dengan adanya  keadaan putrinya yang menjanda dalam keadaan masih muda dan beliau masih  merasakan kesedihan dengan wafatnya menantunya yang dia adalah seorang muhajir  dan mujahid. Beliau mulai merasakan kesedihan setiap kali masuk rumah melihat  putrinya dalam keadaan berduka. Setelah berfikir panjang maka Umar berkesimpulan  untuk mencarikan suami untuk putrinya sehingga dia dapat bergaul dengannya dan  agar kebahagiaan yang telah hilang tatkala dia menjadi seorang istri selama  kurang lebih enam bulan dapat kembali.</p>
<p>Akhirnya pilihan Umar jatuh pada  Abu Bakar Ash Shidiq radhiallaahu &#8216;anhu orang yang paling dicintai Rasulullah  Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam karena Abu Bakar dengan sifat tenggang rasa dan  kelembutannya dapat diharapkan membimbing Hafshoh yang mewarisi watak bapaknya  yakni bersemangat tinggi dan berwatak tegas. Maka segeralah Umar menemui Abu  Bakar dan menceritakan perihal Hafshoh berserta ujian yang menimpa dirinya yakni  berstatus janda. Sedangkan ash-Shiddiq memperhatikan dengan rasa iba dan belas  kasihan.</p>
<p>Kemudian barulah Umar menawari Abu Bakar agar mau memperistri  putrinya. Dalam hatinya dia tidak ragu bahwa Abu Bakar mau menerima seorang yang  masih muda dan bertaqwa, putri dari seorang laki-laki yang dijadikan oleh Allah  penyebab untuk menguatkan Islam. Namun ternyata Abu Bakar tidak menjawab  apa-apa. Maka berpalinglah Umar dengan membawa kekecewaan hatinya yang  hampir-hampir dia tidak percaya (dengan sikap Abu Bakar). Kemudian dia  melangkahkan kakinya menuju rumah Utsman bin Affan yang mana ketika itu istri  beliau yang bernama Ruqqayah binti Rasulullah telah wafat karena sakit yang  dideritanya.</p>
<p>Umar menceritakan perihal putrinya kepada Utsman dan  menawari agar mau menikahi putrinya, namun beliau menjawab: &#8220;Aku belum ingin  menikah saat ini&#8221;. Semakin bertambahlah kesedihan Umar atas penolakan Utsman  tersebut setelah ditolak oleh Abu Bakar. Dan beliau merasa malu untuk bertemu  dengan salah seorang dari kedua shahabatnya tersebut padahal mereka berdua  adalah kawan karibnya dan teman kepercayaannya yang faham betul tentang  kedudukannya. Kemudian beliau menghadap Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa  sallam dan mengadukan keadaan dan sikap Abu Bakar maupun Utsman. Maka  tersenyumlah Rasulllah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam seraya berkata:</p>
<p>&#8220;Hafshoh akan dinikahi oleh orang yang lebih baik dari Abu Bakar dan  Utsman sedangkan Ustman akan menikahi wanita yang lebih baik daripada Hafshoh  (yaitu putri beliau Ummu Kultsum radhiallaahu &#8216;anha-red)&#8221;</p>
<p>Wajah Umar bin  Khaththab berseri-seri karena kemuliaan yang agung ini yang mana belum pernah  terlintas dalam angan-angannya. Hilanglah segala kesusahan hatinya, maka dengan  segera dia menyampaikan kabar gembira tersebut kepada setiap orang yang  dicintainya sedangkan Abu Bakar adalah orang yang pertama kali beliau temui.</p>
<p>Maka tatkala Abu Bakar melihat Umar dalam keadaan gembira dan suka cita  maka beliau mengucapkan selamat kepada Umar dan meminta maaf kepada Umar sambil  berkata &#8220;janganlah engkau marah kepadaku wahai Umar karena aku telah mendengar  Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam menyebut-nyebut Hafshoh. Hanya saja  aku tidak ingin membuka rahasia Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam;  seandainya beliau menolak Hafshoh maka pastilah aku akan menikahinya. Maka  Madinah mendapat barokah dengan indahnya pernikahan Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa  sallam dengan Hafshoh binti Umar pada bulan Sya&#8217;ban tahun ketiga Hijriyah.  Begitu pula barokah dari pernikahan Utsman bin Affan dengan Ummu Kultsum binti  Muhammad Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam pada bulan Jumadil Akhir tahun ketiga  Hijriyah juga.</p>
<p>Begitulah, Hafshoh bergabung dengan istri-istri  Rasulullah dan Ummahatul mukminin yang suci. Di dalam rumah tangga Nubuwwah ada  istri selain beliau yakni Saudah dan Aisyah. Maka tatkala ada kecemburuan beliau  mendekati Aisyah karena dia lebih pantas dan lebih layak untuk cemburu. Beliau  senantiasa mendekati dan mengalah dengan Aisyah mengikuti pesan bapaknya (Umar)  yang berkata: &#8220;Betapa kerdilnya engkau bila dibanding dengan Aisyah dan betapa  kerdilnya ayahmu ini apabila dibandingkan dengan ayahnya&#8221;.</p>
<p>Hafshoh dan  Aisyah pernah menyusahkan Nabi, maka turunlah ayat :&#8221;Jika kamu berdua bertaubat  kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong untuk menerima  kebaikan dan jika kamu berdua bantu membantu menyusahkan Nabi,maka sesungguhnya  Allah adalah pelindungnya dan (begitu pula) Jibril&#8221; (Q.S. at-Tahrim: 4).</p>
<p>Telah diriwayatkan bahwa Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam telah  mentalak sekali untuk Hafshoh tatkala Hafshoh dianggap menyusahkan Nabi namun  beliau rujuk kembali dengan perintah yang dibawa oleh Jibril &#8216;alaihissalam yang  mana dia berkata:</p>
<p>&#8220;Dia adalah seorang wanita yang rajin shaum, rajin  shalat dan dia adalah istrimu di surga&#8221;.</p>
<p>Hafshoh pernah merasa bersalah  karena menyebabkan kesusahan dan penderitaan Nabi dengan menyebarkan rahasianya  namun akhirnya menjadi tenang setelah Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam  memaafkan beliau. Kemudian Hafshoh hidup bersama Nabi dengan hubungan yang  harmonis sebagai seorang istri bersama suaminya. Manakala Rasul yang mulia  menghadap ar-Rafiiq al-A&#8217;la dan Khalifah dipegang oleh Abu Bakar ash-Shiddiq,  maka Hafshoh- lah yang dipercaya diantara Ummahatul Mukminin termasuk Aisyah  didalamnya, untuk menjaga mushaf Al-Qur&#8217;an yang pertama.</p>
<p>Hafshoh  radhiallaahu &#8216;anha mengisi hidupnya sebagai seorang ahli ibadah dan ta&#8217;at kepada  Allah, rajin shaum dan juga shalat, satu-satunya orang yang dipercaya untuk  menjaga keamanan dari undang-undang umat ini, dan kitabnya yang paling utama  yang sebagai mukjizat yang kekal, sumber hukum yang lurus dan &#8216;aqidahnya yang  utuh.</p>
<p>Ketika ayah beliau yang ketika itu adalah Amirul mukminin  merasakan dekatnya ajal setelah ditikam oleh Abu Lu&#8217;lu&#8217;ah seorang Majusi pada  bulan Dzulhijjah tahun 13 hijriyah, maka Hafshoh adalah putri beliau yang  mendapat wasiat yang beliau tinggalkan.</p>
<p>Hafshoh wafat pada masa  Mu&#8217;awiyah bin Abu Sufyan radhiallaahu &#8216;anhu setelah memberikan wasiat kepada  saudaranya yang bernama Abdullah dengan wasiat yang diwasiatkan oleh ayahnya  radhiallaahu &#8216;anhu. Semoga Allah meridhai beliau karena beliau telah menjaga  al-Qur&#8217;an al- Karim, dan beliau adalah wanita yang disebut Jibril sebagai  Shawwamah dan Qawwamah (Wanita yang rajin shaum dan shalat) dan bahwa beliau  adalah istri Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam di surga.</p>
<p><span style="color:blue;"><strong>alsofwah.or.id</strong></span><br />
</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adiputra004.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adiputra004.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiputra004.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiputra004.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiputra004.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiputra004.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiputra004.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiputra004.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiputra004.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiputra004.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiputra004.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiputra004.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiputra004.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiputra004.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiputra004.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiputra004.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputra004.wordpress.com&amp;blog=3869057&amp;post=12&amp;subd=adiputra004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/04/hafshoh-binti-umar-radhiallaahu-anha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39f325430b180c6d12975497c003d089?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BANGKITLAH INDONESIAKU...HARAPAN ITU MASIH ADA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sumayyah binti Khayyat -radhiallaahu &#8216;anha-</title>
		<link>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/04/sumayyah-binti-khayyat-radhiallaahu-anha/</link>
		<comments>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/04/sumayyah-binti-khayyat-radhiallaahu-anha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 10:16:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiputra004</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah shahabiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiputra004.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Dialah Sumayyah binti Khayyat, hamba sahaya dari Abu Hudzaifah bin Mughiroh. Beliau dinikahi oleh Yasir, seorang pendatang yang kemudian menetap di Mekkah sehingga tidak ada kabilah yang dapat membela, menolak dan mencegah kezaliman atas dirinya, karena dia hidup sebatang kara. Posisinya menjadi sulit dibawah naungan aturan yang berlaku pada masa Jahiliyah. Begitulah Yasir mendapatkan dirinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputra004.wordpress.com&amp;blog=3869057&amp;post=11&amp;subd=adiputra004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-style:normal;font-family:Verdana;">Dialah  Sumayyah binti Khayyat, hamba sahaya dari Abu Hudzaifah bin Mughiroh. Beliau  dinikahi oleh Yasir, seorang pendatang yang kemudian menetap di Mekkah sehingga  tidak ada kabilah yang dapat membela, menolak dan mencegah kezaliman atas  dirinya, karena dia hidup sebatang kara. Posisinya menjadi sulit dibawah naungan  aturan yang berlaku pada masa Jahiliyah.</p>
<p>Begitulah Yasir mendapatkan  dirinya menyerahkan perlindungannya kepada Bani Makhzum. Beliau hidup dalam  kekuasaan Abu Huzaifah. Dia akhirnya dinikahkan dengan budak wanita bernama  Sumayyah, tokoh yang kita bicarakan ini. Beliau hidup bersamanya dalam suasana  yang tenteram. Tidak berselang lama dari pernikahan tersebut, merekapun  dikaruniai dua orang anak, yaitu ‘Ammar dan Ubaidullah</p>
<p>Tatkala ‘Ammar  hampir menjelang dewasa dan sempurna sebagai seorang laki-laki beliau mendengar  agama baru yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdullah shallallâhu &#8216;alaihi wa  sallam kepada beliau. Maka berfikirlah ‘Ammar bin Yasir sebagaimana yang  difikirkan oleh penduduk Mekkah, sehingga kesungguhan beliau di dalam berfikir  dan lurusnya fitrah beliau, menggiringnya untuk memeluk Dienul Islam.</p>
<p>‘Ammar kembali ke rumah dan menemui kedua orang tuanya dalam keadaan  merasakan lezatnya iman yang telah terpatri dalam jiwanya.</p>
<p>Beliau  menceritakan kejadian yang beliau alami hingga pertemuannya dengan Rasulullah  shallallâhu &#8216;alaihi wa sallam, kemudian menawarkan kepada keduanya untuk  mengikuti dakwah yang baru tersebut. Ternyata Yasir dan Sumayyah menyahut dakwah  yang penuh berkah tersebut dan bahkan mengumumkan keislamannya sehingga Sumayyah  menjadi orang ketujuh yang masuk Islam.</p>
<p>Dari sinilah dimulai sejarah  yang agung bagi Sumayyah yang bertepatan dengan permulaan dakwah Islam dan sejak  fajar terbit untuk pertama kalinya.</p>
<p>Bani Makhzum mengetahui akan hal  itu, karena ‘Ammar dan keluarganya tidak memungkiri bahwa mereka telah masuk  Islam bahkan mengumumkan keislamannya dengan kuat sehingga orang-orang kafir  menyikapinya dengan menentang dan memusuhi mereka.</p>
<p>Bani Makhzum segera  menangkap keluarga Yasir dan menyiksa mereka dengan bermacam-macam siksaan agar  mereka keluar dari dien mereka. Mereka memaksa dengan cara menyeret mereka ke  padang pasir tatkala cuaca sangat panas dan menyengat. Mereka membuang Sumayyah  ke sebuah tempat dan menaburinya dengan pasir yang sangat panas, kemudian  meletakkan diatas dadanya sebongkah batu yang berat, akan tetapi tiada terdengar  rintihan ataupun ratapan melainkan ucapan Ahad….Ahad…., beliau ulang-ulang kata  tersebut sebagaimana yang diucapkan juga oleh Yasir, ‘Ammar dan Bilal.</p>
<p>Suatu ketika Rasulullah shallallâhu &#8216;alaihi wa sallam menyaksikan  keluarga muslim tersebut yang tengah tersiksa secara kejam, maka beliau  menengadahkan tangannya ke langit dan berseru : “Bersabarlah keluarga Yasir  karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga”</p>
<p>Sumayyah  mendengar seruan Rasulullah shallallâhu &#8216;alaihi wa sallam, maka beliau bertambah  tegar dan optimis dengan kewibawaan imannya. Dia mengulang-ulang dengan berani:  “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu  adalah benar”.</p>
<p>Sehingga bagi beliau kematian adalah sesuatu yang sepele  dalam rangka memperjuangkan aqidahnya. Di hatinya telah dipenuhi kebesaran Allah  ‘Azza wa Jalla, maka dia menganggap kecil setiap siksaan yang dilakukan oleh  para Thaghut yang zhalim, yang mana mereka tidak kuasa menggeser keimanan dan  keyakinannya sekalipun hanya satu langkah semut.</p>
<p>Sementara Yasir telah  mengambil keputusan sebagaimana yang dia lihat dan dia dengar dari istrinya.  Sumayyah pun telah mematrikan dalam dirinya untuk bersama-sama dengan suaminya  meraih kesuksesan yang telah dijanjikan oleh Rasulullah shallallâhu &#8216;alaihi wa  sallam.</p>
<p>Tatkala para Thaghut telah berputus asa mendengar ucapan yang  senantiasa diulang-ulang oleh Sumayyah maka musuh Allah, Abu jahal melampiaskan  keberangannya kepada Sumayyah dengan menusukkannya sangkur yang berada dalam  genggamannya ke tubuhnya. Maka terbanglah nyawa beliau dari raganya yang beriman  dan bersih. Dan beliau adalah wanita pertama yang syahid dalam Islam. Beliau  gugur setelah memberikan contoh yang baik dan mulia bagi kita dalam hal  keberanian dan keimanan, yang mana beliau telah mengerahkan segala apa yang  beliau miliki, dan menganggap remeh kematian dalam rangka memperjuangkan  imannya. Beliau telah mengorbankan nyawanya yang mahal dalam rangka meraih  keridhaan Rabb-nya. “Dan mendermakan jiwa adalah puncak tertinggi dari  kedermawanan”.</p>
<p><em>(Diambil dari buku Mengenal Shahabiah Nabi shallallâhu  &#8216;alaihi wa sallam dengan sedikit perubahan, penerbit Pustaka AT-TIBYAN) </em></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adiputra004.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adiputra004.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiputra004.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiputra004.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiputra004.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiputra004.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiputra004.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiputra004.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiputra004.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiputra004.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiputra004.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiputra004.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiputra004.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiputra004.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiputra004.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiputra004.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputra004.wordpress.com&amp;blog=3869057&amp;post=11&amp;subd=adiputra004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/04/sumayyah-binti-khayyat-radhiallaahu-anha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39f325430b180c6d12975497c003d089?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BANGKITLAH INDONESIAKU...HARAPAN ITU MASIH ADA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANHAJ HAROKI</title>
		<link>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/03/manhaj-haroki/</link>
		<comments>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/03/manhaj-haroki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 04:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiputra004</dc:creator>
				<category><![CDATA[ringkasan buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiputra004.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[RESENSI BUKU Kita percaya bahwa sejarah bukan hanya cerita tentang serpihan peristiwa masa lalu, namun rangkaian kehidupan umat manusia itu juga memberikan pelajaran tak terperi pada bangsa-bangsa yang datang sesudahnya. Bila al-Qur&#8217;an banyak berkisah tentang umat-umat masa lalu, dan hadits pun banyak merekam beragam peristiwa penting dalam perjuangan Islam, maka semua itu cukup menjadi landasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputra004.wordpress.com&amp;blog=3869057&amp;post=10&amp;subd=adiputra004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title"></h3>
<p><a href="http://www.robbanipress.co.id/Info/Image/Manhaj%20Haraki%202.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:120px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://www.robbanipress.co.id/Info/Image/Manhaj%20Haraki%202.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
RESENSI BUKU</p>
<p>Kita percaya bahwa sejarah bukan hanya cerita tentang serpihan peristiwa masa lalu, namun rangkaian kehidupan umat manusia itu juga memberikan pelajaran tak terperi pada bangsa-bangsa yang datang sesudahnya. Bila al-Qur&#8217;an banyak berkisah tentang umat-umat masa lalu, dan hadits pun banyak merekam beragam peristiwa penting dalam perjuangan Islam, maka semua itu cukup menjadi landasan bagi kita untuk memberikan porsi kajian yang besar pada sirah , lebih-lebih sirah nabawiyah (narasi kehidupan Nabi).</p>
<p>Karena itu, K.H. Rahmat Abdullah, yang memberi pengantar pada buku ini, melontarkan kritiknya terhadap kerangka keilmuan yang dibentuk oleh para ulama dahulu, yaitu akidah, fiqih, dan akhlak. Ketiga kajian ini diakuinya memang cukup mampu membentuk pribadi Muslim yang sadar akan kewajibannya terhadap Allah dan masyarakat. Namun menurutnya ada yang terputus.</p>
<p>Ketiga kajian ini jelas kekurangan satu hal pokok, yaitu “mata rantai yang akan menghubungkan mereka dengan Rasulullah, bahkan dengan Nabi-Nabi sebelum-nya.” Ini disebabkan tiadanya kajian sirah ataupun sejarah Islam yang berdasar-kan wa&#8217;yu (kesadaran ilmiah). Padahal sekali seseorang berbicara sirah, maka ia pasti merupakan bagian integral dan ummatan wahidah . Ia akan mewarisi spirit masa lampau umat Islam yang sangat kaya dan menumbuhkan militansi. Karena itu, putusnya mereka dengan sirah membuat lemahnya girah dan ruhul jihad.</p>
<p>Di sinilah peran penting yang dimainkan buku sebesar Manhaj Haraki ini. Sejarah yang ditulis da&#8217;i mujahid ini menampilkan sosok yang jauh berbeda dengan para penulis “ilmiah” pada umumnya. Penghayatan terhadap ruhul jihad dalam kehidupan Rasulullah merupakan modal utamanya. Hal ini karena mereka berada pada satu alur yang sama dengan Rasulullah, yaitu harakah dan dakwah. Maka penggambaran yang mereka sajikan bukan lagi masalah kronologis belaka, tetapi sudah masuk pada isi pembahasan yang mengasyikkan dan sangat bermanfaat bagi dakwah dan pergerakan.</p>
<p>Buku-buku sejarah memang telah banyak ditulis orang. Namun kitab Manhaj Haraki dalam Sirah Nabi Saw. ini tetap harus disambut dengan antusiasme yang besar, karena karya Munir Muhammad al-Ghadban ini menjadi pengecualian dari buku-buku itu. Bukan hanya karena studinya yang lebih spesifik, yaitu kajian tentang pergerakan dan perjuangan politik dalam sirah nabawiyyah , namun Munir al-Ghadban juga menyajikan fakta dan data, yang dirangkai dengan studinya yang ekstensif, analisa yang tajam dan mengagumkan dengan daya kritis yang tinggi.</p>
<p>Tokoh pergerakan yang juga dosen di Universitas Ummul Qura Saudi Arabia dan di Jami‘ah al-Iman Yaman ini memperlihatkan kepiawaiannya yang luar biasa sekali dalam mempertautkan berbagai peristiwa di masa Nabi dengan kejadian mutakhir yang dihadapi oleh Harakah Islam kontemporer. Marhalah (periode) demi marhalah pergerakan Nabi dikupas dengan sangat memikat sekali, seraya dibedah watak dan karakteristiknya, lalu diproyeksikan dan direkonstruksi kembali ke dalam iklim pergerakan Islam modern.</p>
<p>Dalam jilid pertama buku ini, ada empat periode yang dibahas tuntas oleh Munir Muhammad Ghadban. Pertama, periode berdakwah secara sembunyi-sembunyi dan merahasiakan struktur organisasi. Kedua, berdakwah secara terang-terangan dan (tetap) merahasiakan struktur organisasi. Ketiga, mendirikan negara. Keempat, negara dan penguatan pilar-pilarnya.</p>
<p>Ketika banyak pergerakan Islam kontemporer layu sebelum berkembang, tumbang dan berguguran, buku ini insya Allah memberikan suntikan energi yang dahsyat sekali. Harus diakui, kitab ini menjadi bacaan ‘wajib&#8217; bagi pada aktivis da‘wah dan Harakah Islam, serta para peminat sejarah Islam. Juga menjadi bacaan yang bermutu bagi kaum muslimin pada umumnya. Karena kitab ini nyaris sempurna dalam mengupas dan merunut manhaj haraki atau langkah-langkah terprogram yang ditempuh Nabi saw. dalam gerakan dakwahnya, sejak kenabiannya sampai berpulang kepada Allah.</p>
<p>Jika kita ingin agar gerakan Islam yang kita lakukan berjalan secara benar, maka kita harus melacak tahapan-tahapan pergerakan Rasulullah langkah demi langkah serta mengikuti langkah-langkah tersebut. Allah berfirman: “Sesungguh-nya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat” (al-Ahzab: 21).</p>
<p>Lebih dari itu, buku ini tidak hanya memberikan jawaban terhadap pertanyaan ”Pendekatan macam apa yang harus diterapkan Harakah Islam kontemporer dalam kondisi seperti sekarang ini”, namun buku ini juga lahir dari pengalaman riil penulisnya yang sudah malang melintang dalam belantara Harakah Islam. Inilah “roh” yang menjadikan buku ini hidup, bukan sekadar “keasyikan intelektual” belaka. (Makmun Nawawi)</p>
<p>________________</p>
<p>Dengan mengucapkan jazakamullah kepada Ustadz Rahmat Abdullah yang telah menorehkan catatan berharga dalam penerbitan buku ini, kami persilahkan Anda untuk segera mengkajinya.</p>
<p>“Alhamdulillah!” begitulah pujian yang harus kami panjatkan mengiringi penerbitan buku Manhaj Haraki—Strategi Pergerakan dan Perjuangan Politik dalam Sirah Nabi Saw . jilid kedua ini. Selain sebagai tanda syukur dari begitu banyak nikmat yang sudah kita terima dari-Nya, pujian tersebut juga merupakan kesyukuran khusus kami atas terbitnya karya Munir Muhammad al-Ghadban ini, yang diluncurkan hampir bersamaan dengan jilid kesatu buku ini. Dengan demikian, maka Anda, pembaca yang budiman, bisa memperoleh pemikiran yang utuh dan menyeluruh dari tokoh pergerakan kelahiran Syria ini.</p>
<p>Sebagaimana yang kami kemukakan dalam jilid kesatu buku ini, ketika banyak pergerakan Islam kontemporer layu sebelum berkembang, tumbang dan berguguran, buku ini insya Allah memberikan suntikan energi yang dahsyat sekali. Lebih-lebih jika dikaitkan dengan fenomena terakhir yang menjangkiti bangsa ini, di mana banyak aktivis Islam yang diburu dan diciduk oleh orang tak dikenal, maka buku ini mempunyai relevasi yang kuat sekali. Karena dengan berbagai macam contoh peristiwa yang ditampilkannya, kitab ini memberikan penjelasan yang luas sekali terhadap pertanyaan “Strategi macam apa yang harus diterapkan Harakah Islam dalam kondisi seperti sekarang ini?”</p>
<p>Karya berharga tentang sirah nabawiyah (narasi kehidupan Nabi) ini tidak hanya menyajikan fakta dan data dari setiap fase sejarah yang dilewatkan Nabi, namun penulisnya juga mempresentasikan analisa yang cerdas sekali seputar strategi pergerakan dan perjuangan politik yang dilakukan Sang Utusan. Ulasan Munir al-Ghadban yang memukau tentang berbagai karakteristik yang mewarnai setiap marhalah (periode) perjuangan Rasulullah, seyogianya memberikan pencerahan yang berlimpah bagi para aktivis da‘wah dan harakah Islam modern, bahkan ia mesti menjadi tuntunan dari zaman ke zaman.</p>
<p>Seraya mengucapkan jazakamullah kepada Ustadz Rahmat Abdullah yang telah mengguratkan catatan berharga dalam penerbitan buku ini, kami persilahkan Anda untuk segera mengkajinya.</p>
<p>uku-buku sejarah memang telah banyak ditulis orang, namun kitab Manhaj Haraki ini tetap harus disambut dengan antusiasme yang besar, karena karya Munir al-Ghadban ini menjadi pengecualian dari buku-buku itu. Bukan hanya karena kajiannya yang lebih spesifik, yaitu tentang pergerakan dalam sirah nabawiyah , namun penulis juga menyajikan fakta dan data, yang dirangkai dengan studi yang ekstensif dan analisa yang mengagumkan dengan daya kritis yang tinggi.</p>
<p>Tokoh pergerakan yang juga dosen di sejumlah universitas Timur Tengah ini memperlihatkan kepiawaiannya yang luar biasa sekali dalam mempertautkan berbagai peristiwa di masa Nabi dengan kejadian mutakhir yang dihadapi Harakah Islam kontemporer. Marhalah demi marhalah pergerakan Nabi dikupas dengan amat memikat, seraya dibedah karakteristiknya, lalu direkonstruksi ke dalam iklim Harakah Islam modern.</p>
<p>Ketika banyak pergerakan Islam kontemporer layu sebelum berkembang, buku ini insya Allah memberikan suntikan energi yang dahsyat sekali, sehingga menjadi referensi ‘wajib&#8217; bagi para aktivis da‘wah dan harakah Islam, para peminat tarikh Islam, juga menjadi bacaan bermutu bagi kaum muslimin pada umumnya. Lebih dari itu, publikasi karya ini bukan hanya karena “keasyikan intelektual” penulisnya, tapi justru lahir dari pengalaman riilnya yang sudah malang melintang dalam belantara Harakah Islam. Inilah “roh” yang menjadikan buku ini hidup.</p>
<p>•  Tercerabut dari sejarahnya.<br />
•  Banyak pergerakan modern menuai kegagalan<br />
•  yang biasanya dirangkai dengan pesan agar semua itu menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita<br />
•  Kritis.<br />
•  Bagaimana penulis begitu lincah sekali dalam menggambarkan tahap demi tahap pergerakan Nabi.<br />
•  Kajian fiqih juga akan kering, bila tidak merujuk pada sirah Nabi.<br />
•  Sirah mengajarkan kearifan.<br />
•  Bukan keasyikan intelektual semata, rasikhun fil-ilm.<br />
•  Bila gerakan Islam gagal di tengah jalan, penting menyimak buku ini<br />
• Tidak hanya menyajikan fakta, tapi juga membentangkan analisa yang radikal, seraya membandingkannya dan merekostruksinya ke dalam era pergerakan Islam mutakhir<br />
•  Sebuah penulisan sejarah yang baru<br />
•  Pendekatan yang asyik.<br />
•  Berangkat dari pengalaman riil<br />
•  Memberikan analisa yang—harus dibilang—mengagumkan.<br />
•  Kajian yang ekstensif</p>
<p>diambil dari resensi oleh seorang al-akh</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adiputra004.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adiputra004.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiputra004.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiputra004.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiputra004.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiputra004.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiputra004.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiputra004.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiputra004.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiputra004.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiputra004.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiputra004.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiputra004.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiputra004.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiputra004.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiputra004.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputra004.wordpress.com&amp;blog=3869057&amp;post=10&amp;subd=adiputra004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/03/manhaj-haroki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39f325430b180c6d12975497c003d089?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BANGKITLAH INDONESIAKU...HARAPAN ITU MASIH ADA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.robbanipress.co.id/Info/Image/Manhaj%20Haraki%202.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sa&#8217;ad bin Mu&#8217;adz</title>
		<link>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/01/saad-bin-muadz/</link>
		<comments>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/01/saad-bin-muadz/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 13:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiputra004</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiputra004.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Sa&#8217;adz bin Mu&#8217;adz adalah seorang laki-laki yang anggun, berwajah tampan berseri-seri, dengan tubuh tinggi jangkung, dan badan gemuk gempal. Ia masuk Islam pada usia 31 tahun. Dalam usia 37 tahun ia pergi menemui syahidnya. Sejak masuk Islam hingga wafatnya, Sa&#8217;adz bin Mu&#8217;adz telah mengisi umurnya dengan karya-karyanya yang gemilang dalam berbakti kepada Allah SWT. Sa&#8217;adz [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputra004.wordpress.com&amp;blog=3869057&amp;post=6&amp;subd=adiputra004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span>Sa&#8217;adz bin Mu&#8217;adz adalah seorang laki-laki yang anggun,  berwajah tampan berseri-seri, dengan tubuh tinggi jangkung, dan badan gemuk  gempal. Ia masuk Islam pada usia 31 tahun. Dalam usia 37 tahun ia pergi menemui  syahidnya. Sejak masuk Islam hingga wafatnya, Sa&#8217;adz bin Mu&#8217;adz telah mengisi  umurnya dengan karya-karyanya yang gemilang dalam berbakti kepada Allah SWT. </span></p>
<p align="justify"><span>Sa&#8217;adz bin Mu&#8217;adz pergi ke rumah As&#8217;ad bin Zurarah untuk  melihat seorang pria dari Mekah bernama Mush&#8217;ab bin Umeir yang dikirim oleh  Muhammad saw. sebagai utusan guna menyebarkan tauhid dan agama Islam di Madinah.  Ia ke sana dengan tujuan hendak mengusir utusan dari Rasulullah saw agar membawa  kembali agamanya dan membiarkan penduduk Madinah dengan agama yang sudah lama  dipeluknya. Tetapi, baru saja ia bersama Useid bin Zararah sampai ke dekat  majlis Mush&#8217;ab di rumah sepupunya, tiba-tiba dadanya telah terhirup udara segar  yang meniupkan rasa nyaman. Belum lagi ia sampai ke hadirin dan duduk di antara  mereka yang sedang memasang telinga atas uraian-uraian Mush&#8217;ab, petunjuk Allah  telah menerangi jiwa dan ruhnya. Akhirnya, pemimpin golongan Anshar itu  melemparkan lembingnya jauh-jauh, lalu mengulurkan tangan kanannya untuk  berbai&#8217;at kepada utusan Rasulullah saw. </span></p>
<p align="justify"><span>Sa&#8217;adz telah memeluk Islam, memikul tangung jawab itu dengan  keberanian dan kesabaran. Datanglah saat Perang Badar. Rasulullah saw.  mengumpulkan sahabat-sahabatnya dari golongan Muhajirin dan Anshar untuk  bermusyawarah dengan mereka tentang urusan perang itu. Dihadapkannya wajah Sa&#8217;ad  bin Mu&#8217;adz yang mulia ke arah orang-orang Anshar, seraya katanya, &#8220;Kemukakanlah  buah fikiran kalian, wahai sahabat&#8230;!&#8221; </span></p>
<p align="justify"><span>Maka, bangkitlah Sa&#8217;adz bin Mu&#8217;adz dan berkata, &#8220;Wahai  Rasulullah, kami telah beriman kepada Anda, kami percaya dan mengakui bahwa apa  yang Anda bawa itu adalah hal yang benar, dan telah kami berikan pula ikrar dan  janji-janji kami. Maka, laksanakahlah terus ya Rasulullah apa yang Anda  inginkan, dan kami akan selalu bersama Anda. Dan, demi Allah yang telah mengutus  Anda membawa kebenaran, seandainya Anda mengadapkan kami ke lautan ini, lalu  Anda menceburkan diri ke dalamnya, pastilah kami akan ikut mencebur, tak seorang  pun yang akan mundur dan kami tidak keberatan untuk menghadapi musuh esok pagi!  Sungguh kami tabah dalam pertempuran dan teguh menghadapi perjuangan? Dan,  semoga Allah akan memperlihatkan kepada Anda tindakan kami yang menyenangkan  hati. Maka, marilah kita berangkat dengan berkah Allah Taala.&#8221; </span></p>
<p align="justify"><span>Mendengar perkataan Sa&#8217;adz yang mengharukan itu, Rasulullah saw  bangga dan gembira, lalu kepada kaum muslimin mengatakan,<br />
<em>&#8220;Marilah kita  berangkat dan besarkan hati kalian karena Allah telah menjanjikan kepadaku salah  satu di antara dua golongan! Demi Allah, sungguh seolah-olah tampak olehku  kehancuran orang-orang itu.&#8221;</em></span></p>
<p align="justify"><span>Pada waktu perang Uhud, yakni ketika kaum muslimin telah  tercerai-berai karena serangan mendadak dari tentara musyrikin, maka takkan  sulit bagi penglihatan mata untuk menemukan kedudukan Sa&#8217;ad bin Mua&#8217;dz. Kedua  kakinya seolah-olah telah dipakukannya ke bumi di dekat Rasulullah saw. untuk  menjaganyanya dengan mati-matian.</span></p>
<p align="justify"><span>Kemudian datanglah pula saat Perang Khandaq yang dengan jelas  membuktikan kejantanan Sa&#8217;ad dan kepahlawanannya. Perang Khandaq ini merupakan  bukti nyata atas persengkokolan dan siasat licik yang dilancarkan kaum musyrik  kepada kaum muslimin tanpa ampun, yaitu dari orang-orang yang dalam pertentangan  mereka tidak kenal perjanjian atau keadilan. </span></p>
<p align="justify"><span>Ketika di Madinah Rasulullah saw. memerintahkan orang-orang  Qurasy untuk menghentikan serangan dan peperangan, segolongan pemimpin Yahudi  secara diam-diam pergi ke Mekah, lalu menghasut orang-orang Qurasy untuk  menyerang Rasulullah saw. Mereka telah membuat perjanjian dengan orang-orang  musyrik itu dan bersama-sama telah mengatur rencana dan siasat peperangan. Di  samping itu, dalam perjalanan pulang ke Madinah, mereka berhasil pula menghasut  satu suku terbesar di antara suku-suku Arab, yaitu kabilah Gathfan dan mencapai  persetujuan untuk menggabungkan diri dengan tentara Qurays. </span></p>
<p align="justify"><span>Siasat peperangan telah diatur dan tugas serta peranan telah  dibagi-bagi. Qurays dan Gathfan akan menyerang Madinah dengan tentara besar,  sementara orang-orang Yahudi, di waktu kaum muslimin mendapat serangan mendadak  itu, akan melakukan penghancuran di dalam kota dan sekelilingnya. </span></p>
<p align="justify"><span>Tatkala mengetahui permukafatn jahat ini, Rasulullah saw.  mengambil langkah-langkah pengamanan. Dititahkannyalah menggali Khandaq atau  parit perlindungan sekeliling Madinah untuk membendung serbuah musuh. Di samping  itu, diutusnaya Sa&#8217;ad bin Mu&#8217;adz dan Sa&#8217;ad bin Ubadah kepada Ka&#8217;ab bin Asad,  pemimpin Yahudi suku Quraidha, untuk menyelidiki sikap mereka yang sesungguhnya  terhdap orang yang akan datang, walaupun antara mereka dengan Nabi saw.  sebenarnya sudah ada beberapa perjanjian dan persetujuan damai. Alangkah  terkejutnya kedua utusan Nabi. Ketika bertemu dengan pemimpin Bani Quraidha itu,  keduanya memperoleh jawaban, &#8220;Tak ada persetujuan atau perjanjian antara kami  dengan Muhammad!&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span>Melihat peta kekuatan yang ada, terasa berat bagi Rasulullah  saw. untuk menghadapi kaum musyrikin itu. Oleh sebab itu, beliau memikirkan  sesuatu siasat untuk memisahkan suku Gathfan dari Qurays, sehingga kekuatan  musuh yang akan menyerang terbagi menjadi dua. Hal ini dapat meringankan  keadaan. Siasat itu segera beliau laksankan, yaitu dengan mengadakan perundingan  dengan para pemimpin Gathfan dan menawarkan mereka mengundurkan diri dari  peperangan dengan imbalan akan beroleh sepertiga dari hasil pertanian Madinah.  Tawaran itu disetujui oleh pemimpin Gathfan.</span></p>
<p align="justify"><span>Rasulullah saw. kemudian menceritakan hasil perundingan itu  kepada para sahabatnya, terutama kepada Sa&#8217;ad bin Mu&#8217;adz dan Sa&#8217;ad bin Ubadah,  dua orang pemuka Madinah. Tak lupa ia menyatakan bahwa langkah itu diambilnya  karena ingin menghindarkan kota dan penduduk Madinah dari serangan dan  pengepungan dahsyat. </span></p>
<p align="justify"><span>Kedua pemimpin itu tampil mengajukan pertanyaan, &#8220;Wahai  Rasulullah, apakah ini pendapat Anda sendiri, ataukah wahyu yang dititahkan  Allah?&#8221;<br />
Ujar Rasulullah, <em>&#8220;Bukan, tetapi ia adalah pendapatku yang kurasa  baik untuk tuan-tuan! Demi Allah, saya tidak hendak melakukannya, kecuali karena  melihat orang-orang Arab hendak memanah tuan-tuan secara serentak dan mendesak  tuan-tuan dari segenap jurusan. Maka, saya bermaksud hendak membatasi kejahatan  mereka sekecil mungkin.&#8221; </em></span></p>
<p align="justify"><span>Sa&#8217;ad bin Mu&#8217;adz menjawab, &#8220;Wahai Rasululallah, dahulu kami dan  orang-orang itu berada dalam kemusyrikan dan pemujaan berhala, tiada mengabdikan  diri kepada Allah dan tidak kenal kepada-Nya, sedang mereka tak mengharapkan  akan dapat makan sebutir kurma pun dari hasil bumi kami, kecuali bila disuguhkan  atau dengan cara jual beli. Sekarang apakah setelah kami beroleh kehormatan dari  Allah dengan memeluk Islam dan mendapat bimbingan untuk menerimanya, dan setelah  kami dimuliakan-Nya dengan Anda dan dengan agama itu, lalu kami harus  menyerahkan harta kekayaan kami? Demi Allah kami tidak memerlukan itu dan demi  Allah kami tak hendak memberi kepada mereka, kecuali pedang?hingga Allah  menjatuhkan putusan-Nya dalam mengadili kami dengan mereka!&#8221; </span></p>
<p align="justify"><span>Akhirnya Rasululallah saw mengubah pendiriannya dan  menyampaikan kepada para pemimpin suku Gathfan bahwa sahabat-sahabatnya menolak  rencara perundingan. Selang beberapa hari, kota Madinah mengalami pengepungan  ketat. Sebenarnya pengepungan itu lebih merupakan pilihannya sendiri daripada  dipaksa orang, disebabkan adanya parit yang digali sekelilingnya untuk menjadi  benteng perlindungan bagi dirinya. Kaum muslimin pun memasuki suasanan perang.  Sa&#8217;ad bin Mu&#8217;adz keluar membawa pedang dan tombaknya sambil berpantun. </span></p>
<p align="justify"><span>Berhentilah sejenak, nantikan berkecamuknya perang maut  berkejaran menyambut ajal datang menjelang&#8230;!</span></p>
<p align="justify"><span>Dalam salah satu perjalanan kelilingnya, nadi lengannya  disambar anak panah yang dilepaskan oleh salah seorang musyrik. Darah menyembur  dari pembuluhnya, dan segera ia dirawat secara darurat untuk menghentikan  keluarnya darah. Nabi saw. menyuruhnya membawanya ke masjid, dan agar didirikan  kemah untuknya agar ia berada di dekatnya selama perawatan. </span></p>
<p align="justify"><span>Kemudian dibawanya Saadz ke masjid. Ia menunjukkan pandangan  matanya ke arah langit, lalu memohon,&#8221; Ya Allah, jika dari peperangan dengan  Qurays ini masih ada yang Engkau sisakan, panjangkanlah umurku untuk  menghadapinya! Karena, tidak ada golongan yang diinginkan untuk menghadapi  mereka daripada kaum yang telah menganiaya Rasul-Mu, telah mendustakan dan  mengusrinya&#8230;! Dan seandainya Engaku telah mengakhiri perang antara kami dengan  mereka, jadikanlah kiranya musibah yang telah menimpa diriku sekaran ini sebagai  jalan untuk menemui syahid. Dan janganlah aku dimatikan sebelum tercapinya yang  memuaskan hatiku dengan Bani Quraidha&#8230;!&#8221; </span></p>
<p align="justify"><span>Allah yang menjadi pembimbingmu, wahai Sa&#8217;ad bin Mu&#8217;adz!  Karena, siapakah yang mampu mengeluarkan ucapan seperti itu dalam suasana  demikian selain dirimu? </span></p>
<p align="justify"><span>Permohonannya dikabulkan oleh Allah. Luka yang dideritanya  menjadi penyebab yang mengantarkannya ke pintu syahid, karena sebulan setelah  itu, akibat luka tersebut, ia menemui Rabnya. Tetapi, peristiwa itu terjadi  setelah hatinya terobati terhadap Bani Quraidha. </span></p>
<p align="justify"><span>Kisahnya ialah setelah orang-orang Qurays merasa putus asa  untuk dapat menyerbu kota Madinah, dalam barisan mereka menyelinap rasa gelisah,  maka mereka kemudian mengemasi barang perlengkapan dan alat senjata, lalu  kembali ke Mekah dengan tangan hampa. </span></p>
<p align="justify"><span>Rasulullah saw. berpendapat bahwa mendiamkan perbuatan  orang-orang Quraidha berarti membuka kesempatan bagi kecurangan dan penghianatan  mereka terahdap kota Madinah bila mana saja mereka menghendaki, suatu hal yang  tak dapat dibiarkan berlalu! Oleh sebab itulah belaiu mengerahkan  sahabat-sahabatnya kepada Bani Quraidha itu. Meraka mengepung orang-orang Yahudi  itu selama 25 hari. Tatkala Bani Quraidha melihat bahwa mereka tak dapat  melepaskan diri dari kaum muslimin, mereka pun menyerah dan mengajukan  permohonan kepada Rasululallah yang beroleh jawaban bahwa nasib mereka akan  tergantung kepada putusan Sa&#8217;ad bin Mu&#8217;adz. Pada masa jahiliah dulu, Sa&#8217;adz  adalah sekutu Bani Quraidha. Nabi saw. mengirim beberapa sahabat untuk membawa  Sa&#8217;ad bin Mu&#8217;adz dari kemah perawatannya di masjid. Ia dinaikkan ke atas  kendaraan, sementara badannya kelihatan lemah dan menderita sakit. </span></p>
<p align="justify"><span>Kata Rasulullah saw. kepadanya, <em>&#8220;Wahai Sa&#8217;ad, berilah  keputusanmu terhadap Bani Quraidha!&#8221;</em> Dalam bayangan Sa&#8217;ad terbayang kembali  kecurangan Bani Quraidha yang berakhir dengan Perang Khandaq dan nyaris  menghancurkan kota Madinah serta penduduknya. Maka ujar Sa&#8217;ad, &#8220;Menurut  pertimabanganku, orang-orang yang ikut berperang di antara mereka hendaklah  dihukum bunuh. Perempuan dan anak-anak mereka diambil jadi tawanan, sedang harta  kekayaan mereka dibagi-bagi. Demikianlah sebelum meninggal, hati Sa&#8217;ad telah  terobati dari kecurangan Bani Quraidha. </span></p>
<p align="justify"><span>Luka yang diderita Sa&#8217;ad setiap hari bahkan setiap jam kian  bertambah parah. Pada suatu hari Rasulullah saw. datang menjenguknya. Kiranya  didapatinya ia dalam saat terakhir dari hayatnya. Maka, Rasululalh saw. meraih  kepalanya dan menaruhnya di atas pangkuannya, lalu berdoa kepada Allah, katanya,  <em>&#8220;Ya Allah Sa&#8217;ad telah berjihad di jalan-Mu dan telah memenuhi kewajibannya.  Maka, terimalah ruhnya dengan sebaik-baiknya cara Engkau menerima ruh!&#8221; </em></span></p>
<p align="justify"><span>Dengan susah payah dicobanya membuka kedua matanya dengan  harapan kiranya wajah Rasulullah adalah yang terakhir dilihatnya selagi hidup  ini, katanya, &#8220;Salam atasmu wahai Rasulullah! Ketahuilah bahwa aku mengakui  bahwa Anda adalah Rasulullah!&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span>Rasulullah pun memandangi wajah Sa&#8217;ad lalu katanya,  <em>&#8220;Kebahagiaan bagimu wahai Abu Amr!&#8221;</em></span></p>
<p align="justify"><span>Berkata Abu Sa&#8217;id al-Khudzri, &#8220;Saya adalah salah seorang yang  menggali makam untuk Sa&#8217;ad. Dan, setiap kali kami menggali satu lapisan tanah,  tercium oleh kami wangi kesturi, hingga sampai ke liang lahat.&#8221; </span></p>
<p align="justify"><span>Musibah atas kematian Sa&#8217;ad yang menimpa kaum muslimin terasa  berat sekali. Tetapi, mereka kemudian terhibur adanya sabda Rasulullah saw.,  <em>&#8220;Sunggih, Arasy Rab Yang Rahman bergetar dengan berpulangnya Sa&#8217;ad bin  Mu&#8217;adz.&#8221;</em> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adiputra004.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adiputra004.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiputra004.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiputra004.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiputra004.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiputra004.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiputra004.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiputra004.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiputra004.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiputra004.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiputra004.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiputra004.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiputra004.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiputra004.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiputra004.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiputra004.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputra004.wordpress.com&amp;blog=3869057&amp;post=6&amp;subd=adiputra004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/01/saad-bin-muadz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39f325430b180c6d12975497c003d089?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BANGKITLAH INDONESIAKU...HARAPAN ITU MASIH ADA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cerita hikmah : jika Tuhan menjatuhkan batu</title>
		<link>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/01/cerita-hikmah-jika-tuhan-menjatuhkan-batu-2/</link>
		<comments>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/01/cerita-hikmah-jika-tuhan-menjatuhkan-batu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 13:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiputra004</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiputra004.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja. Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputra004.wordpress.com&amp;blog=3869057&amp;post=4&amp;subd=adiputra004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak tetapi temannya t</span><span style="color:black;">i</span><span style="color:black;" lang="SV">d</span><span style="color:black;">a</span><span style="color:black;" lang="SV">k bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada dibawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit temannya menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Tuhan kadang-kadang menggunakan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Seringkali Tuhan memberi berkat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. </span><span style="color:black;" lang="FI">Karena itu memang lebih tepat jika Tuhan menjatuhkan &#8220;batu&#8221; kepada kita</span><span style="color:black;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="FI"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adiputra004.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adiputra004.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiputra004.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiputra004.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiputra004.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiputra004.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiputra004.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiputra004.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiputra004.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiputra004.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiputra004.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiputra004.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiputra004.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiputra004.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiputra004.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiputra004.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputra004.wordpress.com&amp;blog=3869057&amp;post=4&amp;subd=adiputra004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/01/cerita-hikmah-jika-tuhan-menjatuhkan-batu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39f325430b180c6d12975497c003d089?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BANGKITLAH INDONESIAKU...HARAPAN ITU MASIH ADA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cerita hikmah :jika Tuhan Menjatuhkan batu</title>
		<link>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/01/cerita-hikmah-jika-tuhan-menjatuhkan-batu/</link>
		<comments>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/01/cerita-hikmah-jika-tuhan-menjatuhkan-batu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 10:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiputra004</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiputra004.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri,sebab memang begitulah peraturannya. Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputra004.wordpress.com&amp;blog=3869057&amp;post=3&amp;subd=adiputra004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri,sebab memang begitulah peraturannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 &#8220;pembalap&#8221; kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. </span><span style="color:black;" lang="FI">Lalu, semenit kemudian, ia berkata, &#8220;Ya, aku siap!&#8221;. Dor!!! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="FI">&#8220;Ayo..ayo&#8230; cepat..cepat, maju..maju&#8221;, begitu teriak mereka. Ahha&#8230;sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. </span><span style="color:black;" lang="SV">Dan&#8230; Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. &#8220;Terima kasih.&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">&#8220;Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="FI">Mark terdiam. &#8220;Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan&#8221; kata Mark. Ia lalu melanjutkan, &#8220;Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="FI">Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="FI">Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="SV">Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian tersebut.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adiputra004.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adiputra004.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiputra004.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiputra004.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiputra004.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiputra004.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiputra004.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiputra004.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiputra004.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiputra004.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiputra004.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiputra004.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiputra004.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiputra004.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiputra004.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiputra004.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputra004.wordpress.com&amp;blog=3869057&amp;post=3&amp;subd=adiputra004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/01/cerita-hikmah-jika-tuhan-menjatuhkan-batu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39f325430b180c6d12975497c003d089?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BANGKITLAH INDONESIAKU...HARAPAN ITU MASIH ADA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/01/hello-world/</link>
		<comments>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/01/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 10:22:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiputra004</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputra004.wordpress.com&amp;blog=3869057&amp;post=1&amp;subd=adiputra004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adiputra004.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adiputra004.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiputra004.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiputra004.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiputra004.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiputra004.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiputra004.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiputra004.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiputra004.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiputra004.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiputra004.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiputra004.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiputra004.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiputra004.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiputra004.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiputra004.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputra004.wordpress.com&amp;blog=3869057&amp;post=1&amp;subd=adiputra004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiputra004.wordpress.com/2008/06/01/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39f325430b180c6d12975497c003d089?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BANGKITLAH INDONESIAKU...HARAPAN ITU MASIH ADA</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
